ALMULUKNEWS.COM, AMBON — Puluhan dosen di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon antusias mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Beban Kerja Dosen (BKD) berbasis Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) di Aula Lantai III Gedung Rektorat UIN Ambon, Jumat, 31 Juli 2026.

Acara yang berlangsung hingga Sabtu, 1 Agustus 2026 ini, menghadirkan Dr. Zakaria, M.Si sebagai Narasumber.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi pelaporan BKD secara daring melalui aplikasi SISTER yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui sistem tersebut, seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi dosen, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga kegiatan penunjang, terdokumentasi secara terintegrasi sebagai dasar penilaian kinerja, pengembangan karier akademik, serta layanan kepegawaian.

Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa implementasi BKD berbasis SISTER bukan sekadar pergantian aplikasi, tetapi merupakan bagian dari transformasi tata kelola perguruan tinggi menuju sistem yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

“Ini merupakan momen yang sangat penting bagi kita semua. Di tengah berbagai tuntutan administrasi dosen, hadirnya BKD berbasis SISTER akan mempermudah proses pelaporan. Ini bukan hanya perubahan aplikasi, tetapi perubahan budaya kerja menuju tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Rektor.

Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag memberikan sambutan sekaligus membuka acara Bimtek Implementasi BKD SISTER yang diselenggarakan oleh LPM di Ruang Aula Lt 3 Gd. Rektorat, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurutnya, selama ini banyak aktivitas tridarma dosen yang telah dilaksanakan namun belum terdokumentasi secara baik. Melalui SISTER, seluruh kegiatan dosen akan tercatat secara sistematis sehingga menjadi bukti kinerja yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan akademik.

“BKD bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi instrumen untuk mendokumentasikan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Dengan SISTER, apa yang kita lakukan akan terdokumentasi dengan baik, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga kegiatan penunjang lainnya,” jelasnya.

Rektor juga menambahkan bahwa sistem tersebut akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan karier dosen, khususnya dalam proses kenaikan jabatan akademik, pemenuhan kewajiban profesional, serta peningkatan akuntabilitas akademik di lingkungan UIN Ambon.

Dosen UIN A.M. Sangadji Ambon yang tampak mengikuti Bimtek BKD SISTER.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa implementasi BKD berbasis SISTER menuntut setiap dosen membangun budaya administrasi yang tertib. Setiap aktivitas akademik harus didukung dengan dokumen yang sah seperti surat tugas, surat keputusan (SK), laporan kegiatan, maupun dokumen pendukung lainnya agar proses validasi dapat berjalan dengan baik.

“Budaya dokumentasi yang baik akan memudahkan proses BKD, validasi, sekaligus mendukung pengembangan institusi. Pada akhirnya, tata kelola yang baik akan mendorong UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan bimtek ini, para dosen memperoleh pemahaman teknis mengenai mekanisme pengisian BKD pada aplikasi SISTER, mulai dari penginputan data, unggah dokumen pendukung, hingga proses validasi. Diharapkan seluruh dosen mampu mengimplementasikan sistem tersebut secara optimal sehingga pelaporan BKD di lingkungan UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan akuntabel. (*)

Laporan : 445
Foto : Husen