ALMULUKNEWS.COM, AMBON — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., menyampaikan khotbah Jumat di Masjid Cendekia Maluku, Jalan Wara-Wiri, Kota Ambon, Jumat, 31 Juli 2026.
Dalam khotbah bertajuk “Ilmu dan Keadaban”, Rektor mengajak jamaah menjadikan ilmu sebagai jalan membangun peradaban yang berlandaskan akhlak, kasih sayang, dan keteladanan.
Shalat Jumat tersebut diikuti oleh para guru, siswa, orang tua murid Yayasan Pendidikan Cendekia Maluku, serta masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Prof. Abidin menekankan bahwa pendidikan sejati tidak hanya bertumpu pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Menurutnya, orang tua dan guru memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan akhlak mulia kepada anak sejak usia dini.
“Hendaklah kita berakhlak dengan Allah SWT. Sifat Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim harus menjadi teladan dalam mendidik anak-anak. Cinta yang penuh kasih sayang itulah yang akan membentuk generasi yang berkarakter,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap muslim yang mengawali aktivitas dengan membaca basmalah sejatinya sedang memohon agar seluruh perilakunya dipenuhi kasih sayang, serta mampu menjaga hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta.
Rektor juga mengingatkan masyarakat akan dampak negatif media sosial yang dipenuhi informasi tidak mendidik. Menurutnya, ruang digital saat ini kerap dipenuhi fitnah, provokasi, dan berbagai informasi yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.
“Media sosial hari ini bertabur berita-berita sampah, menebar fitnah dan provokasi. Karena itu, kita harus mengajarkan anak-anak untuk memilih kata-kata yang baik dan menjaga adab dalam berkomunikasi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa orang tua merupakan “kurikulum yang hidup” bagi anak-anak. Keteladanan yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari akan lebih membekas dibandingkan sekadar nasihat.
“Kita tidak berhak mengubah orang lain, tetapi kita berhak mengubah diri sendiri. Orang tua dan guru harus menjadi teladan karena anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Abidin juga mengingatkan pentingnya menjaga tutur kata kepada anak. Ia menilai, ucapan yang kasar dapat meninggalkan luka mendalam dalam perkembangan psikologis anak.
“Satu kata yang digunakan untuk marah bisa merusak ribuan sel anak-anak. Karena itu, gunakanlah kata-kata yang baik, kata-kata yang lurus, dan kata-kata yang lemah lembut. Dari sanalah akan tumbuh perasaan cinta dan kasih sayang dalam diri mereka,” pesannya.

Menurutnya, tugas pendidikan bukan hanya menjalankan fungsi tarbiyah dalam mengembangkan kemampuan intelektual dan fisik, tetapi juga membangun nilai-nilai keadaban yang akan membentuk pribadi muslim yang utuh.
Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, ia menyampaikan bahwa Rasulullah dididik Allah SWT dengan adab yang terbaik. Nilai-nilai adab tersebut, kata dia, harus terus dihidupkan melalui penghormatan kepada orang tua dan guru, salah satunya dengan membiasakan budaya bersalaman dan mencium tangan sebagai bentuk penghormatan serta memohon rida.
“Ketika anak menghormati orang tua dan guru, Insya Allah akan lahir generasi khairunnas anfa’uhum linnas, yaitu manusia terbaik yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.
Di akhir khotbah, Rektor berharap Yayasan Pendidikan Cendekia Maluku terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, beradab, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadikan Cendekia sebagai lembaga pembangun peradaban. Lahirkan anak-anak yang memberikan dampak bagi sesama, membahagiakan kedua orang tua, mengharumkan agama, bangsa, dan negara,” tutup rektor, sebelum melanjutkan khotbah keduanya. (*)