ALMULUKNEWS.COM, AMBON — Guna menjadikan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan sivitas akademik Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon, maka Pembinaan Ideologi Pancasila Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI menggelar sosialisasi Nilai-nilai Pancasila kepada pimpinan dan pegawai di lingkup UIN Ambon, Senin, 27 Juli 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Pengkajian Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Dr. Muhammad Sabri, M.Ag, yang berlangsung di Ruang Rapat Senat, Lt 2 Gedung Rektorat UIN Ambon.

Pembinaan Ideologi Pancasila yang dipandu oleh Rektor UIN Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag ini dirasa sangat penting, mengingat tingkat dinamika masyarakat yang begitu tinggi, di tengah tingginya intensitas media daring.

Di mana, masyarakat sangat cepat menangkap apa yang disampaikan melalui kanal media daring, yang tingkat kebenarannya belum dapat diukur, namun sangat mudah mempengaruhi kepercayaan masyarakat, yang dapat menjadi ancaman kepada menyuburnya nilai-nilai Pancasila. Pada aspek ini, kehadiran perguruan tinggi termasuk UIN A.M. Sangadji Ambon, sangat penting untuk memainkan perannya melalui pilar akademik, baik kepada mahasiswa maupun masyarakat dalam kegiatan riset dan pengabdian.

Muhammad Sabri mengakui, keberadaan kampus sangat penting untuk menumbuhsuburkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat. Sehingga, melalui kegiatan pembinaan dengan tema “Kontektualisasi Nilai Pancasila sebagai Etiko-Spirit Negara-Kebangsaan Indonesia yang Bhinneka” yang dibawakannya ini, dapat menular ke sivitas UIN Ambon, mulai dari level pimpinan tertinggi sampai ke mahasiswa.

Sabri berharap, lewat materi yang sudah disampaikannya ini, dapat ditindaklanjuti oleh para pimpinan, baik dosen maupun pegawai kepada mahasiswa yang merupakan agent social control, yang selanjutnya melalui kerjasama dosen dan mahasiswa lewat program pengabdian, dapat disampaikan kepada masyarakat secara luas. Sehingga, Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, serta pandangan hidup bangsa Indonesia yang terdiri dari lima sila, dapat terus hidup, dan menjadi falsafah di tengah kehidupan masyarakat.

Ia meminta pimpinan dan dosen untuk lebih memahami nilai-nilai Pancasila secara kontekstual dan relevan dengan perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Nilai-nilai Pancasila jangan hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di lingkungan akademik,” kata Sabri.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana interaktif yang diikuti unsur pimpinan, mulai dari Direktur Pascasajan, para Wakil Rektor, para Dekan, Kepala Biro AKU, para Wakil Dekan, Kepala Pusat, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, Ketua Tim dan Unit, serta pegawai di lingkup Rektorat UIN Ambon.

Melalui dialog pada kegiatan ini, beberapa pimpinan menyoroti ketimpangan kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak selaras dengan amanat sila ke-5, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Di mana, kebijakan pemerintah pusat tidak mempertimbangkan dan melihat kondisi geografis, ekonomi dan pembangunan di Kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku. Alhasil, kebijakan pembangunan antara wilayah barat dengan timur, sangat jauh dari amanat sila kelima tersebut. Olehnya itu, mereka berharap agar fakta pembangunan di Maluku, termasuk soal pendidikan seperti dukungan pembangunan dan anggaran kepada UIN Ambon, harus ditingkatkan baik di bidang sarana dan prasarana maupun penelitian untuk para dosen, agar selaras dengan wilayah barat. (*)

Laporan : Adit
Foto : Husen