ALMULUKNEWS.COM, BANDA ACEH, — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi Islam berkelas dunia melalui pengembangan riset, peningkatan kualitas akademik, dan perluasan kolaborasi internasional.
Salah satu capaian penting yang diraih adalah menempati peringkat pertama sebagai kampus riset terbaik di Indonesia berdasarkan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026. Prestasi tersebut menempatkan UIN Ar-Raniry di atas sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka, termasuk Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Capaian tersebut disampaikan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., dalam Rapat Senat Terbuka memperingati Milad ke-63 UIN Ar-Raniry di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Banda Aceh, Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Mujiburrahman mengatakan usia 63 tahun menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi kelembagaan, meningkatkan mutu akademik, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan masyarakat dan perkembangan global.

Menurutnya, perjalanan UIN Ar-Raniry sejak berdiri sebagai IAIN Ar-Raniry pada 5 Oktober 1963 hingga bertransformasi menjadi universitas pada 2013 menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Alhamdulillah, pada Milad ke-63 ini UIN Ar-Raniry telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang signifikan dalam berbagai aspek. Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika serta dukungan berbagai mitra dan pemangku kepentingan,” ujar Mujiburrahman.
Dari sisi kelembagaan, UIN Ar-Raniry kini memiliki sembilan fakultas dan satu program pascasarjana dengan total 62 program studi. Universitas tersebut juga telah membuka Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 962/B/O/2026.
Pada aspek mutu akademik, UIN Ar-Raniry telah meraih akreditasi institusi peringkat Unggul dari Badan Akreditasi Nasional dengan nilai 373. Sebanyak 60 persen program studi juga telah memperoleh akreditasi Unggul.
Penguatan kualitas sumber daya akademik ditopang oleh 66 guru besar, 60 jurnal terakreditasi nasional, serta empat jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1.
Mujiburrahman mengatakan pengembangan riset akan terus menjadi prioritas universitas dalam memperkuat daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Komitmen tersebut sejalan dengan masuknya pengembangan World Class Islamic University pada UIN Ar-Raniry dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Dari sisi infrastruktur, UIN Ar-Raniry juga melanjutkan pembenahan fasilitas kampus melalui pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Untuk periode 2027–2031, universitas merencanakan modernisasi pembangunan kampus melalui pembiayaan luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB).
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama RI, Dr. KH. Romo Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) memperkuat integrasi ilmu keislaman dengan sains dan teknologi.

Menurutnya, PTKIN harus mengambil peran strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai moral dan spiritual.
Ia menegaskan tidak seharusnya ada sekat antara ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan umum. Keduanya perlu dikembangkan secara terpadu untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki fondasi keagamaan yang kuat.
Wamenag juga memaparkan lima pilar kebijakan riset PTKIN, yakni menjadikan riset sebagai prioritas utama, memperkuat penelitian berbasis STEM, meningkatkan kolaborasi internasional, mengembangkan penelitian berdampak bagi masyarakat, serta memperluas akses dan jejaring perpustakaan antarperguruan tinggi.
Ia turut mendorong mahasiswa PTKIN agar percaya diri dalam persaingan sains global dan mampu memadukan nilai-nilai Al-Qur’an dengan penguasaan teknologi.
Selain itu, peringatan Milad ke-63 UIN Ar-Raniry juga ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Operasional Yayasan Islamic Trust Fund Ar-Raniry sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat provinsi oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama.
Keberadaan lembaga tersebut diharapkan memperluas kontribusi sosial universitas, khususnya dalam pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat di Aceh.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI dengan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. (***)
SUMBER: HUMAS UIN Ar-Raniry Banda Aceh