ALMULUKNEWS.COM, AMBON, — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN A. M. Sangadji Ambon menggelar *Webinar Nasional PAI 2026* dengan tema “Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam: Peluang, Tantangan Etika, dan Inovasi Pembelajaran di Era Transformasi Digital”, Jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung secara daring mulai pukul 16.00 WIT tersebut menjadi ruang akademik bagi dosen, guru, mahasiswa, praktisi pendidikan, dan pemerhati Pendidikan Agama Islam untuk mendiskusikan perkembangan serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Perkembangan AI yang semakin pesat telah menghadirkan berbagai peluang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu pendidik dalam mengembangkan bahan ajar, merancang aktivitas pembelajaran, menciptakan media pembelajaran, hingga mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif dan kreatif.

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan yang tidak dapat diabaikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, pemanfaatan AI tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek efektivitas dan kecanggihan teknologi, tetapi juga harus memperhatikan adab, etika, integritas akademik, tanggung jawab, serta nilai-nilai keislaman.

Webinar Nasional PAI 2026 menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang akademik dan praktis di bidang pendidikan.

Sesi pertama menghadirkan Dr. Adian Husaini, M.Si., cendekiawan Muslim, Dosen Program Doktor PAI UIKA Bogor, sekaligus Direktur at-Taqwa College Depok. Ia membawakan materi “Adab dan Etika Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam.”

Materi tersebut mengangkat pentingnya menempatkan AI sebagai alat bantu dalam proses pendidikan yang tetap berada dalam kerangka nilai dan tanggung jawab manusia. Pemanfaatan teknologi, khususnya dalam pendidikan agama, perlu diarahkan agar tidak menghilangkan peran pendidik dalam membangun karakter, keteladanan, dan akhlak peserta didik.

Aspek kejujuran akademik, validitas informasi, ketergantungan terhadap teknologi, serta tanggung jawab dalam menggunakan AI menjadi bagian penting dalam membangun budaya digital yang sehat di lingkungan pendidikan. “Yang dibuthkan di zaman AI sekarang ini ya peran guru PAI dalam mendidik dan menanamkan adab, karena teknologi tidak bisa mengajarkan itu”, pungkas beliau.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan *Alfi Hasan, M.Pd., Widyaiswara BGTK Maluku dan konten kreator. Ia menyampaikan materi “Best Practices Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.”

Materi ini memberikan perspektif praktis mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan oleh pendidik untuk mendukung proses pembelajaran. AI dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kreativitas guru dan dosen dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai penjuru dari tanah air. “Tema ini sangat sesuai dengan kondisi kebutuhan pendidikan agama islam sekarang, guru – guru sangat antusias”, kata Saida Manilet, selaku Ketua Prodi dalam sambutannya.

Pelaksanaan Webinar Nasional PAI 2026 menunjukkan komitmen Program Studi PAI FTIK UIN A. M. Sangadji Ambon untuk terus merespons perkembangan teknologi dan dinamika pendidikan.

Transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya menuntut kemampuan teknis dalam menggunakan teknologi, tetapi juga membutuhkan literasi etis dan kemampuan kritis. Pendidik perlu memiliki kemampuan untuk memilih, memverifikasi, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Dalam Pendidikan Agama Islam, hal tersebut menjadi semakin penting karena proses pembelajaran tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap, karakter, akhlak, dan kepribadian peserta didik.

Karena itu, AI perlu diposisikan sebagai *instrumen untuk memperkuat kualitas pembelajaran*, bukan sebagai pengganti peran guru dan dosen.

Melalui webinar ini, Program Studi PAI FTIK UIN A. M. Sangadji Ambon mendorong lahirnya perspektif yang lebih seimbang dalam menyikapi perkembangan AI: cerdas dalam memanfaatkan teknologi, kritis dalam menyikapi informasi, dan bijak dalam menjaga etika serta nilai-nilai Islam.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun Pendidikan Agama Islam yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan fondasi adab dan jati diri keislamannya. (*)

Laporan : Tim Prodi PAI