ALMULUKNEWS.COM, AMBON, — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag menggelar rapat bersama seluruh unsur pimpinan di kampus, Selasa, 28 Juli 2026.

Rapat yang berlangsung di ruang Senat Lt 2 Gedung Rektorat ini, menyoroti berbagai hal yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk segera dituntaskan pihak lembaga.

Mulai dari persoalan ijazah yang belum terdistribusi kepada alumni, sistem dan manajemen pelayanan penerimaan mahasiswa baru, aksebilitas website, hingga prosedur penanganan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus UIN Ambon.

Rapat yang dimoderatori oleh Kepala Biro AKU, Syami Muhammad, SE., M.Si, diawali dengan sambutan Rektor UIN Ambon.

Menurut Abidin, kampus UIN Ambon sebagai perguruan tinggi keagamaan yang digaris bawahi dengan Islam, harus mengutamakan nilai-nilai moral, adab, dan akhlak yang baik pada kehidupan akademiknya. Hal ini dikatakan, seiring dengan adanya dugaan kasus asusila yang terjadi di lingkungan kampus UIN Ambon.

“Kita ini kampus Islam, banyak kegiatan yang kita lakukan terkait moral, adab, dan akhlak, namun perbuatan seperti itu sangat tidak pantas, apalagi sampai dibiarkan, maka predator itu akan menambah korban lagi,” tegas Rektor.

Untuk itu, Abidin meminta kepada Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Ambon, untuk menyikapi masalah ini dengan serius dan sampai tuntas, dengan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara menyoal tentang ijazah, Abidin meminta pihak-pihak yang berurusan langsung dengan masalah ini, mulai dari bagian akademik hingga PTIPD, agar segera mengkonfirmasikan masalah yang menyebabkan lambatnya proses pencetakan dan pembagian ijazah kepada para alumni.

Tak saja soal ijazah, pembahasan menarik lainnya focus pada masalah penerimaan mahasiswa baru, yang mengalami penurunan drastis dibanding tahun lalu.

Ia memparkan kondisi yang miris menimpa proses pendaftaran ulang mahasiswa baru, yang jumlahnya belum menembus 50 persen dari yang telah diumumkan kelulusannya. Beberapa kendala yang dihadapi secara online untuk proses pendaftaran ulang mahasiswa baru, agar kiranya segera dituntaskan.

Abidin berharap, semua persoalan yang muncul pada rapat ini, kiranya dapat diselesaikan dalam waktu secepatnya, mengingat kampus sedang disiapkan untuk proses Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dalam waktu yang tidak lama lagi. (IST)