ALMULUKNEWS.COM, AMBON, — Semangat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di pelosok Maluku terus diperkuat melalui kolaborasi lembaga sosial dan mahasiswa. Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Maluku bersama Kang Maman, JNE, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon menyalurkan 20 mushaf Al-Qur’an, dan 30 songkok kepada santri TPQ At Taqwa, Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis, 5 Nopember 2026.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama mendukung pendidikan keagamaan sekaligus memberikan motivasi kepada para santri yang setiap hari belajar membaca dan memahami Al-Qur’an. TPQ At Taqwa sendiri tercatat memiliki sekitar 100 santri yang mengikuti kegiatan pembelajaran Al-Qur’an.

Bagi para santri, bantuan mushaf Al-Qur’an dan songkok bukan sekadar perlengkapan belajar, tetapi juga menjadi penyemangat untuk semakin giat mengaji, memperbaiki bacaan, serta menanamkan nilai-nilai Islam sejak usia dini.

Ketua KKN UIN Ambon, Roy Paulin Tomagola, mengatakan, kolaborasi bersama BMH merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an di wilayah pengabdian.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada JNE, BMH, serta Kang Maman atas dukungan yang diberikan sehingga program penyaluran mushaf Al-Qur’an dapat terlaksana.

“Terima kasih kepada JNE, BMH dan Kang Maman. Semoga setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dipelajari, dan setiap santri yang tumbuh mencintai Al-Qur’an, insyaallah menjadi bagian dari amal kebaikan yang terus mengalir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BMH Maluku, Supriyanto, menegaskan, dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an merupakan bagian dari komitmen BMH untuk menghadirkan manfaat dan kebaikan hingga ke wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian.

Menurutnya, penyaluran mushaf Al-Qur’an diharapkan dapat membantu aktivitas belajar para santri sekaligus menjadi bagian dari upaya melahirkan generasi Qur’ani di Maluku.

“Semoga mushaf Al-Qur’an yang disalurkan ini menjadi teman belajar para santri, menjadi jalan tumbuhnya generasi Qur’ani, dan membawa keberkahan bagi para donatur serta semua pihak yang terlibat,” ungkap dia.

Meski demikian, kebutuhan terhadap mushaf Al-Qur’an di wilayah Buano Utara masih cukup besar. Dua TPQ lainnya di wilayah tersebut belum dapat menerima bantuan karena keterbatasan stok mushaf Al-Qur’an dan perlengkapan yang tersedia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat santri di pelosok Maluku yang membutuhkan dukungan dan perhatian agar dapat mengikuti pembelajaran Al-Qur’an dengan lebih baik.

BMH Maluku berharap sinergi bersama mahasiswa, masyarakat, dan para donatur dapat terus diperkuat sehingga program tebar Al-Qur’an dapat menjangkau lebih banyak TPQ, termasuk lembaga pendidikan keagamaan yang berada di wilayah terpencil.

Melalui kolaborasi tersebut, BMH Maluku bersama mahasiswa KKN UIN Ambon berupaya menjadikan pengabdian masyarakat tidak hanya sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai ikhtiar membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki fondasi keislaman yang kuat. (IST)