ALMULUKNEWS.COM, AMBON, — Gubernur Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa mengharapkan kampus Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon menjadi pusat keunggulan dan mercusuar ilmu pengetahuan di kawasan Indonesia Timur.

Harapan ini disampaikan Gubernur Maluku dalam sambutannya pada Wisuda Sarjana dan Magister UIN A.M. Sangadji Ambon Angkatan II, yang digelar di Gedung Auditorium, Kamis, 9 Juli 2026.

Gubernur mengawali sambutannya dengan memberikan apresiasi apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi UIN A.M. Sangadji Ambon dalam mencetak generasi unggul, serta membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga universitas ini menjadi pusat keunggulan dan mercusuar ilmu pengetahuan di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Gubernur, dunia saat ini berada dalam pusaran transformasi besar di era Society 5.0. Pada era ini, masyarakat dihadapkan dengan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), dan digitalisasi untuk memecahkan berbagai persoalan sosial.

“Sebagai Universitas Islam Negeri, saudara memiliki peran moral dan intelektual yang sangat khas. Oleh karena itu, integrasi keislaman dengan kajian ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital menjadi sangat penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berbudi, dan berdampak.”

Ia menitipkan tiga hal penting kepada sivitas UIN A.M. Sangadji Ambon.

Pertama, integrasi keislaman dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah alat kemajuan, namun nilai-nilai keislaman adalah kompas moralnya. Saya berharap lulusan UIN tidak hanya menjadi pengguna teknologi atau ahli di bidangnya, tetapi juga menjadi inovator yang membawa nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin. Jadikan iman dan ilmu sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sehingga setiap kemajuan teknologi membawa kemaslahatan bagi umat manusia.

Kedua, berakar pada kebudayaan. Kemajuan teknologi di era digital berpotensi mengikis identitas lokal dan nilai-nilai budaya bangsa. Di sinilah peran penting saudara untuk merawat kearifan lokal. Jadikan nilai-nilai budaya dan etika ketimuran sebagai filter dalam menyaring informasi dan pengaruh budaya luar. Tunjukkan bahwa kemajuan digital dapat berjalan harmonis dengan kekayaan budaya Nusantara.

Ketiga, menjadi generasi yang cerdas, berbudi, dan berdampak. Kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan global yang semakin ketat. Saudara harus memiliki kepribadian yang unggul, empati sosial, dan integritas yang kuat. Buktikan kepada masyarakat bahwa kehadiran saudara memberikan dampak nyata. Jadilah solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar, bukan menjadi bagian dari permasalahan itu sendiri.

Pemerintah Provinsi Maluku sangat menantikan kontribusi nyata dari para intelektual muda terutama dari lulusan UIN A.M. Sangadji Ambon. “Tanamkan fondasi ilmu pengetahuan, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya bangsa.”

“Oleh karena itu, kepada para wisudawan dan wisudawati, teruslah belajar, teruslah mengembangkan diri, dan tetaplah membumi. Jadilah lulusan UIN yang membanggakan, yang cerdas akalnya, mulia akhlaknya, dan besar manfaatnya bagi masyarakat luas.”

Ia mengakhiri sambutannya dengan mengajak sivitas UIN A.M. Sangadji Ambon untuk menjadikan momentum wisuda untuk membangun semangat bekerja keras demi mewujudkan visi transformasi menuju manusia Indonesia yang unggul, adil, dan sejahtera dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, tutup Gubernur. (***)