ALMULUKNEWS.COM, AMBON, — Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia siap memberikan bantuan kepada pembangunan Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon. Dukungan bantuan ini disampaikan secara langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Singgih Januratmoko, saat melakukan kunjungan kerja ke kampus UIN Ambon, pada Kamis, 11 Desember 2025.
Kedatangan Singgih Januratmoko beserta sepuluh anggota Komisi VIII DPR, termasuk Aleg Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena, disambut hangat dan gembira oleh Rektor UIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag beserta jajaran pimpinan, dan Rektor IAKN Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA.
Kunjungan kerja Komisi VIII ini dalam rangka menjaring aspirasi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi komisi, termasuk dengan Kementerian Agama di Maluku, yang dalam hal ini dengan UIN Ambon dan IAKN Ambon dalam bidang pendidikan.
Rektor UIN Ambn, Dr. Abidin Wakano, M.Ag dalam sambutan selamat datangnya memaparkan kondisi UIN Ambon pasca berubah status dari IAIN Ambon menjadi universitas.
Beberapa poin penting disampaikan Rektor UIN Ambon kepada Komisi VIII agar menjadi perhatian dan dukungan, yakni soal rencana pembangunan kampus 2 di kawasan Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah. Pembangunan sarana dan prasarana pendukung di kampus 1 pasca transformasi dari institut menjadi universitas. Rencana pengusulan Fakultas Kedokteran yang tengah dalam proses, serta dukungan terhadap alihbentuk IAKN Ambon sebagai universitas. Senada juga disampaikan oleh Rektor IAKN Ambon, Yance Rumahoru.

Permintaan lainnya dari UIN Ambon disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Abubakar Kabakoran, dan Ketua Umum IKA UIN Ambon, Prof. Dr. Idrud Alhamid. Warek III meminta kepada Komisi VIII DPR-RI agar memfasilitasi kendaraan bus sebagai sarana transformasi dalam lingkar kampus, untuk memudahkan akses mahasiswa, mengingat area kampus yang luas, dan bebukitan, serta bantuan pembangunan pagar kampus.
Sementara Ketua Umum IKA UIN Ambon, Idrus Alhamid, menekankan kepada perhatian pemerintah pusat agar dalam pembangunan tidak tebang pilih. Tapi, perlu memberikan perhatian serius kepada pembangunan di kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku. Ia mendukung rencana pembukaan Fakultas Kedokteran di UIN Ambon, yang sekaligus mewakili wilayah Maluku, Maluku Utara, serta enam provinsi di Papua, khususnya pada PTKN. Karena, menurut Idrus, dari semua PTKN di Indonesia Timur, baru UIN Ambon yang telah menyandang status sebagai universitas. Sehingga itu, UIN Ambon layak diberikan mandat untuk mengelola Fakultas Kedokteran dalam rangka memberikan keselarasan pendidikan di wilayah Intim.
Menanggapi permintaan pimpinan UIN Ambon dan IAKN Ambon, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, berjanji akan memperjuangkan permintaan kedua PTKN kepada pemerintah pusat.
Khusus untuk rencana pembukaan Fakultas Kedokteran, pihaknya akan menjadikannya sebagai aspirasi yang selanjutnya disampaikan kepada mitra komisi yang membidangi masalah ini, agar segera ditindaklanjuti. Sebab, keinginan UIN Ambon ini selaras dengan kebijakan pemerintah melalui Presiden RI. Ia meminta kepada Rektor UIN Ambon agar langsung memprosesnya dan terus dikoordinasikan kepada komisi untuk intervensi kebijakan politik.
Sedangkan untuk bantuan mobil bus, Singgih langsung mengaminkan untuk dibantu pada tahun anggaran 2026. Tentu, sikap Singgih mengaminkan bantuan tersebut, setelah meminta kepastian kepada rekannya, Alimudin Kolatlena, yang merupakan Aleg Dapil Maluku, sekaligus alumni UIN Ambon. Alimudin merespon keinginana UIN Ambon, dengan tegas bahwa, bukti dukungannya kepada kampus, ditunjukkan dengan tidak hanya datang seorang diri, tapi membawa pimpinan dan anggota Komisi VIII, agar keputusan politik dapat diambil bersama. Ia berterima kasih kepada rekan-rekannya yang sudah mengunjungi almamaternya, sekaligus menindaklanjutinya dengan dukungan bantuan tersebut. Pertemuan ini diakhiri dengan saling tukar cendramata dan foto bersama. (U1N)